Sabtu, 13 Februari 2016

Abstrak


         Pada malam yang gelap  di tengah pusat kota yang terlihat tampak sepi, ada seorang pria duduk termenung di salah satu pohon yang rindang, dia selalu begitu setiap malam, menunggu seorang perempuan yang telah berjanji akan datang menemuinya malam itu. Sudah tampak, bahwa malam semakin larut. Tempat itu semakin sepi. Namun pria itu tak beranjak untuk pergi dari tempat itu, dia masih teguh dalam pendirianya. Menanti seorang kekasih yang akan menemuinya.
         Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah seorang perempuan. Sedang ada sebuah perundingan antara kedua belah pihak keluarga.
Tepatnya sebuah perjodohan, perempuan itu sempat menolak, namun yang terjadi, dia di kunci dalam kamarnya sendiri. Kini perempuan itu tak mampu melakukan apa". Dia hanya terbaring lemah tak berdaya di atas kasurnya sendiri malam itu. Menunggu keajaiban datang padanya. Menunggu sang pujaan hati datang menolongnya.
          Keesokan harinya, pria tersebut mendengar kabar burung, yang memberitahukan bahwa sang kekasih hatinya akan segera melangsungkan pernikahan. Dia terlonjak kaget ketika mendengar berita tersebut, dengan segera dia melajukan kendaraan roda dua kesayangan miliknya. Tepat berhenti di depan rumah mempelai wanita. Dia mematikan mesin kendaraan yang menderu keras, dan berlari ke dalam rumah tersebut. Menggebrak pintu rumah dan membuat seisi rumah pergi melihatnya.
         Di dalam sebuah kamar, perempuan itu hanya dapat menangis. Meratapi nasib yang menimpanya. Sama kagetnya setelah ia mendengar suara pintu yang di gebrak oleh seorang pria. Sambil berlari menuju pintu dia mendengar sebuah percakapan ayahnya dengan seorang pria. Sontak, dia mengetahui suara pria itu dengan jelas. Ya, itu adalah suara seorang pria yang sedang iya tunggu - tunggu tanpa berpikir panjang, dia berlari keluar kamar, menghampiri pria itu lalu memeluknya. 
           Pria itu membalas pelukan perempuan yang sangat ia rindukan. Namun segera di tepisnya oleh mempelai pria yang ada di belakan mempelai wanita. Pria itu tak mapu berbuat apa - apa, yang dapat ia lakukan sekarang hanya mendo'akan agar pujaan hatinya dapat hidup bahagia meskipun tidak bersamanya.
            Kembali pada tempat iya termenung dulu, namun sekarang bukan untuk menunggu seorang perempuan. Melainkan untuk bersantai menikmati hidup yang sedang iya jalani, memanfaatkan waktu luang setelah ia pulang bekerja melepas penat. Setelah ber jam - jam berkutat di depan meja kerja, meskipun pekerjaanya tak melelahkan, karena ialah yang menjadi bos di kantornya.
         Itu semua berkat semua masalah yang ia hadapi setiap waktu, yang terus menderanya, bagaikan batu yang di lemparkan padanya berkali - kali. Semua masalah yang ia jadikan sebagai sebuah motivasi yang berpengaruh besar dan menjadikannya sukses sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar