Senin, 28 Maret 2016

SATU PER DUA.

         Seluruh panitia kegiatan pramuka telah berkumpul di depan pintu aula untuk mengadakan rapat kepramukaan. Aku beserta ketujuh rekan sesama dewan bertugas untuk menuntun dan memantau jalannya kegiatan. Namun pandanganku kala itu tak dapat lepas dari seorang pria tinggi,tegap, dan berkumis tipis yang sedang berada tepat di depan pintu kantor kepala sekolah. Sangat menawan, aku terpesona hingga rekanku mengagetkanku.
" hayoo, mandangin siapa !! " sapa diani yang tengah lewat di belakangku.
" enggak kok, gak ada yang dilihatin " katakku sambil mencari dimana dia berada.
" bohong, ketahuan celingukan tuh cari orang " katanya memojokanku.
" ah, sudahlah, ayo ke aula, nanti ka panji marah lagi kita terlambat, kayak gak tau aja kalau dia ngambek ". katakku seraya mengajaknya pergi ke aula.
       Setibanya di aula ka panji menghadangku dan membawaku ke belakang aula. Di bawah pohon besar dia membawaku ke dalam pelukannya. Aku meronta mencoba melepaskan diri. Namun sulit cengkramannya sangat kuat.
" kak tolong lepaskan aku, ini sekolah tak seharusnya kau melakukan ini pada bawahanmu sendiri kak " kataku sambil terus meronta.
" tolonglah nina, aku mencintaimu dari pertama aku melihatmu " kata - katanya berhasill membuatku tak mampu berkata.
    Masih dalam pelukannya aku dapat mendengarkan debaran jantungnya yang sangat kencang.
" degup jantungmu tidak stabil kak, beri aku waktu sesaat untuk berpikir, dan kamu pimpinlah rapat dengan baik bersikaplah profesional di depan semua anggotamu, lupakan dulu masalah kita " sambil melepaskan tangannya dari bahuku dan mengajaknya kembali ke aula.
" sebelumnya terima kasih " sambil berjalan melaluiku. Aku sendiri terdiam di depan pintu selama beberapa menit.
     Tarik nafas dalam - dalam lalu hembuskan, semua kursi terisi penuh dan hanya bangku sebelah evan yang kosong, kini jantungku yang berdegup kencang. Memang sudah biasa aku duduk dengannya pada acara seperti ini, namun kali ini rasanya lain. Karena ada yang berbeda dalam dirinya, dia terlihat begitu mempesona. Dia berhasil membuatku tak berkonsentarsi hari ini. 
" hey na, tak biasanya kau melamun kenapa hari ini kau sering melamun !! " tanya ludwig padaku yang terlonjak kaget gara - gara ulahnya barusan. 
" maaf, sepertinya aku kurang enak badan " kataku, yang tiba - tiba merasa pusing. 
" eh iya na, badan lu panas bener, lu balik gih, minta ijin sana sama kak panji, biar urusan ini evan yang tulis " kata ludwig menyuruhku untuk segera pulang, namun sepertinya aku tak dapat pulang sekarang, karna rapat masih berlangsung.
" enggak deh, nanti aja gua balik kalau udah beres rapat, gua gak mau gangguin kak panji " kataku mnolak permintaan ludwig. 
    Rasa ngantuk yang muncul tiba - tiba, membuatku tertidur pada saat rapat hingga rapat selesai. Sampai kak panji mengahmpiriku dan mencoba membangunkanku namun aku masih saja terlelap.
" kenapa dia ?? " kata kak panji pada evan, yang tepat duduk di sebelahku.
Hanya gelengan kepala dari evan untuk jawaban kak panji sambil mengangkat tangan, lalu ludwiglah yang menjawab.
" dia demam kak, tadi udah aku suruh pulang, tapi dia gak mau, katanya takut gangguin kak panji " kata ludwig menjelaskan dengan baik.
" baiklah kalian temani dia disini, aku akan menunggunya di mobilnya " kata kak panji sambil mencari letak kunci mobilku dalam tas.
     Mereka menungguku hingga aku benar - benar terbangun dari mimpiku. Ya aku bermimpi menikah dengan seorang pria memakai tuksedo hitam. Entah siapa dia, yang aku tau dia pria yang manis, tinggi dan memiliki kumis yang tipis. kami berfua tersenyum sambil menyalami para tamu yang hadir di pesta yang megah itu. Setelah resepsi selesai dan berfoto dia memelukku dengan seblah tangannya dan mencium keningku sesekali namun ciumannya sangat dalam dan memiliki rasa sayang yang kuat. Membuat wajahku merah padam. Setelah gedung tampak sepi dia mengangkat daguku, memiringkan wajahnya lalu memejamkan matanya dan hendak menempelkan bibirnya di bibirku. 
    Namun PRANKK !! . Aku tebangun ketika mendengar suara snar drum yang dipukul ludwig kala itu. Membuat mimpiku buyar saja. 
" huh, akhirnya bangun juga lu, kita udah akaran nungguin lu disini tau, lama bngt si lu tidur " sahut diani sudah kesal. 
" iya, gua kira lu mau nginep disini " sahut indah
" lu mimpi ciuman ya na, daribtadi lu tidur sambil manyun - manyun segala, pasti mimpi ciuman bareng gue kan. Hahaha " kata evan menggodaku.
" apaan si, siapa juga yang mimpi ciuman bareng lu van, jijay bajay dah, mending gua mimpi dicium daniel raddcliff dari pada sama lu van ". kataku pada evan yang tengah menghidaku.
     Begitulah dia jika berhasil menggodaku. Tapi kumis tipisnya mengingatkanku pada sosok pria dalam mimpiku tadi. Tapi masa iya itu evan. Segera ku tepis pikiranku itu dari kepalaku bangun sambil sedikit sempoyongan.
" buruan balik keburu ujan lho " katakku mengajak mereka pulang.


BERSAMBUNG, " SATU PER DUA " part satu. 

Rabu, 16 Maret 2016

Sejarah Berdirinya Hogwarts (About Harry Potter)

         Hogwarts didirikan oleh empat penyihir hebat bernama Godric Griffindor, Salazar Slytherin, Rowena Ravenclaw, dan Helga Hufflepuff pada sekitar tahun 1000 M. Nama-nama mereka kemudian dijadikan sebagai nama asrama murid-murid Hogwarts yang memiliki kepribadian yang sesuai dengan keempat pendiri tersebut. Hogwarts memiliki semboyan "draco dormiens nunquam titillandus" yang berarti "jangan menggangu naga tidur".
      Salah satu pendiri hogwarts yaitu Salazar Slytherin membangun sebuah kamar rahasia yang dihuni oleh monster yang hanya bisa dikendalikan oleh keturunan Slytherin (belakangan diketahui kalau monster ini adalah Basilisk, ular raksasa yang bisa membunuh hanya dengan pandangan matanya). Slytherin membangun kamar rahasia ini dengan harapan agar cita-citanya untuk menjadikan Hogwarts sebagai sekolah sihir hanya untuk mereka yang berasal dari keluarga penyihir dapat terwujud.
      Lokasi Hogwarts sangat dirahasiakan oleh dunia sihir, khususnya terhadap komunitas Muggle (komunitas non-sihir, yaitu orang-orang yang tidak memiliki kemampuan sihir). Rowling menyatakan bahwa Hogwarts terletak di daerah bergunung-gunung dan di salah satu daerah terpencil di Skotlandia, Inggris, di dekat sebuah desa bernama Hogsmeade.
      Hogwarts juga dilindungi dengan banyak sihir oleh setiap kepala sekolah yang sedang menjabat untuk melindungi baik dari komunitas muggle maupun komunitas penyihir. Untuk menyembunyikan keberadaan Hogwarts dari komunitas Muggle, bangunan Hogwarts diperlihatkan sebagai rumah tua yang tidak berpenghuni. Terhadap penyihir, Hogwarts dilindungi dari "penyihir-yang-tidak-diundang". Bahkan penyihir terbaik pun tidak bisa mempergunakan ilmu "apparate" dan "disapparate" (secara sihir menghilang dari satu tempat dan langsung muncul kembali di tempat lain) untuk datang ke dan pergi dari Hogwarts. Walaupun demikian, dalam beberapa bagian dari serial ini, ada celah-celah tertentu yang tanpa sadar tidak terlindungi oleh kepala sekolah, sehingga akhirnya dapat juga dimasuki oleh pihak-pihak lawan.
      Di dekat Hogwarts terdapat suatu desa yang hanya dihuni oleh komunitas sihir, Hogsmeade. Murid-murid Hogwarts dapat memperoleh ijin untuk mengunjungi Hogsmeade mulai tahun ketiga mereka dengan menyertakan ijin dari orang tua/wali.
      Di setiap akhir tahun ajaran, murid-murid Hogwarts wajib mengikuti ujian-ujian sesuai dengan pelajaran yang diambilnya. Namun ada ujian khusus yang perlu diambil di tahun kelima dan ketujuh. Di akhir tahun kelima, mereka wajib mengambil ujian O.W.L (Ordinary Wizarding Levels). Sedangkan di akhir tahun ketujuh, mereka akan mengikuti ujian N.E.W.T (Nastily Exhausting Wizarding Tests).

Ada 4 asrama yg di huni oleh murid Hogwarts yaitu:

> Gryffindor (tempat bagi orang yang gagah, berani, mempunyai hati yang tulus dan kebulatan tekad yang kuat)

> Ravenclaw (tempat bagi orang yang cerdas, cendikia dan mau belajar)

> Hufflepuff (tempat bagi orang yang setia, ulet, pekerja keras dan bertoleransi tinggi)

> Slytherin (tempat bagi orang yang licik, ambisius, dan menghalalkan segala cara untuk kepuasan pribadi)

SEJARAH DETECTIVE CONAN

        
         Shinichi Kudo, seorang detektif SMA berusia 17 tahun yang biasanya membantu polisi memecahkan kasus, diserang oleh 2 anggota sindikat misterius ketika mengawasi sebuah pemerasan. Ia kemudian diberi minum racun misterius yang baru selesai dikembangkan untuk membunuhnya. Namun, karena sebuah efek samping yang jarang terjadi yang tidak diketahui anggota sindikat tersebut, racun tersebut mengakibatkan tubuhnya mengecil seperti anak kecil berusia tujuh tahun setelah mereka meninggalkannya.
         Untuk menyembunyikan identitasnya dan untuk menginvestigasi keadaan sindikat tersebut, yang selanjutnya dikenal dengan nama Organisasi Berbaju Hitam atau Organisasi Hitam, dia menyamarkan namanya menjadi Conan Edogawa. Untuk mencari jejak sindikat tersebut, dia tinggal bersama dengan teman sejak kecilnya, Ran Mouri, yang ayahnya, Kogoro Mouri, merupakan seorang detektif swasta. Dia bersekolah di SD Teitan dan membentuk Grup Detektif Cilik dengan 3 teman sekelasnya, yaitu: Ayumi Yoshida, Mitsuhiko Tsuburaya, dan Genta Kojima. Meskipun tubuhnya mengecil, ia tetap memecahkan kasus. Biasanya, ia menyelesaikan kasus-kasus tersebut dengan meniru suara Kogoro Mouri dengan alat yang diciptakan oleh tetangganya, Profesor Agasa.
        Kogoro Mouri, seorang detektif yang agak bodoh, awalnya bingung pada kemampuan memecahkan kasusnya meningkat secara mendadak. Tetapi, kemudian ia tidak heran karena ia senang karena ketenarannya yang meningkat. Ran Mouri pernah beberapa kali mencurigai bahwa Conan adalah Shinichi, namun karena kecerdikan Conan, maka Ran pun percaya bahwa Conan bukanlah Shinichi.
Selanjutnya dalam seri ini, tokoh utama lainnya, Ai Haibara, muncul. Ai adalah seorang mantan anggota Organisasi Hitam, yang memiliki nama sandi "Sherry". Nama aslinya adalah Shiho Miyano, seorang ilmuan yang mengembangkan racun APTX 4869 yang membuat tubuh Shinichi mengecil. Setelah kakaknya secara kejam dibunuh oleh anggota Organisasi Hitam, ia mencoba keluar dari organisasi itu, namun ia ditangkap.
       Dia mencoba bunuh diri dengan menelan pil APTX 4869, namun ternyata tubuhnya mengecil, dan dia berhasil kabur dari organisasi tersebut. Dia kemudian bersekolah di SD Teitan dengan nama samaran "Ai Haibara". Dia mengetahui identitas asli Conan dan membantunya dalam perjuangan Conan untuk menjatuhkan Organisasi Hitam.
       Kemudian, Conan terlibat dengan Biro Investigasi Federal (FBI), dan mereka berhasil menangkap Kir, seorang anggota Organisasi Hitam. Kir kemudian diketahui merupakan seorang agen CIA yang menyamar, dan berjanji akan memberi informasi tentang Organisasi Hitam kepada FBI. Mereka kemudian mengembalikan Kir ke organisasi tersebut. Kemudian, dia memberitahukan kepada FBI bahwa di Organisasi Hitam ada seorang anggota baru dengan nama sandi Bourbon.


Tentang Orangtua Shinichi
     

     Yukiko Kudo adalah ibu dari Shinichi Kudo. Yukiko Kudo adalah mantan aktris yang sangat cantik dan pintar akting. Dia sangat suka diperhatikan orang dan menjadi Night Baronness. Centil dan suka menantang bahaya. Ia mengetahui bahwa Conan adalah Shinichi anaknya. Semasa bangku sekolah, Yukiko bersahabat baik dengan Eri Kisaki, pengacara terkenal yang merupakan istri Kogoro Mouri.
     Yukiko menikah dengan Yusaku dan mempunyai anak yang cerdas, Shinichi Kudo. Keahlian dari Yukiko adalah menyamar. Ia dan Sharon (artis Internasional) pernah belajar pada seorang guru di Jepang. Yukiko dan Yusaku sekarang tinggal di Amerika.
     Yusaku Kudo adalah ayah Shinichi Kudo yang memiliki kemampuan analisis yang cerdas dan pembuat novel misteri best seller. Kecerdasannya ini juga menurun pada Shinichi.
     Dalam salah satu film Detective Conan, The Phantom of bakker Street, ia menciptakan satu cerita pada game yang dibuat bersama Profesor Agasa, yaitu tentang peristiwa 100 tahun yang lalu. Dalam cerita tersebut, ia memunculkan tokoh favoritnya, Sherlock Holmes, dan seseorang yang dijuluki sebagai musuh besar Holmes sekaligus seseorang yang menyuruh Jack The Ripper untuk mengubah London menjadi kota yang mencengkam (dalam novel Sherlock Holmes).

Senin, 14 Maret 2016

Kisah kita


        Kisah ini berasal dari temanku sendiri. Tak perlu aku sebutkan siapa dia. Mungkin dia juga tak ingin jika namanya aku sebutkan. kisah yang berawal dari sosial media. Berubah pada kehidupan nyata yang sebenarnya. Jaman sekarang udah jarang kisah cinta yang berawal dari tatap kayak judul lagu dari penyanyi yura yunita. Ketika jaman sudah semakin modern kisah cinta akan mengikuti jamannya. 
     Hanya dengan melihat foto profil seseorang melewati sosial media. Orang yang melihat itu akan lansung mengatakan sesuatu tanpa dipikir terlebih dulu. Maka pada suatu sore, salah seorang temanku berkujung ke tempat dimana aku melepas lelah.
" kamu mengenal orang ini ?" sambil menunjukan salah satu gambar di handphonenya.
" hmm, itu dodi kan !!, aku sudah mengenalnya waktu aku masih sekolah dasar " sambil melihat foto yang dia tunjukan.
" katanya dia kenal kamu dari kelas satu sekolah dasar ".
Aku tersentak kaget, dengan apa yang baru saja ku dengar.
" hah, aku pindah sekolah ke sini kelas lima sekolah dasar, dan kelas satu aku di kota kembang. Mungkin dia salah mengingat ". sambil tersenyum.
" ya mungkin dia memang salah ".
      Aneh, udah tau aku itu anak baru di sekolah. Sudahlah lupakan, itu masa lalu. Biarkan berlalu tak perlu diingat lagi. Terkadang masa lalu hanya akan membuatbkita sakit.
" dia semakin tinggi sekarang, coba kau lihat, benar bukan !!" sambil menyodorkan foto dodi yang lainnya..
" iya, semakin tinggi saja dia, aku mungkin akan merasa minder jika dia ada disini sekarang, karena dulu dia tidak setinghi itu, sekarang ? waw !!"
     Itulah pertumbuhan seseorang, tak dapat di duga. seiring berjalanya waktu. seprti halnya cinta yang selalu datang tiba - tiba. Hari berganti hari, kedekatan merekapun ada sebuah perkembangan. Masih melalui massanger. Dodi menyatakn perasaannya pada luna. Membuat luna keheranan dengan tingkah dodi kala itu. Akhirnya ia putuskan untuk menceritakan yang sebenarnya.
" apa kau tidak mengenaliku di ?, aku luna temanmu, coba kau perhatikan dengan baik foto itu " kata luna, mencoba meyakinkan.
" ah iya, ini kamu lun, aku jadi malu "
    Meskipun begitu, tak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menjadi semakin dekat. Adanya kedekatan mereka, membuat salah satunya merasa nyaman. Apa mungkin ada cinta diantara mereka. Itu bisa saja terjadi. sepertinya memang ada cinta diantara mereka. Hanya saja malu untuk saling mengungkapkan satu sama lain. Terlihat dari cara luna menceritakan kisahnya padaku. Terdapat rasa bahagia ketika dia bercerita.
    Namun dodi tak pernah merasa peka dengan persaan luna. Hal itu membuat luna semakin geram dan frustasi karnanya. Sampai suatu ketika dia minta tolong padaku untuk mencari tituk terang dari perasaan dodi padanya.
" tolong bantu aku mengetahui bagaimana perasaannya padaku ya, aku mohon " 
" tapi bagaimna caranya, aku takut jika terjadi sesuatu nantinya dan misi ini tak berhasil" kataku ragu - ragu.
" kau hanya mencari info dari dia "
" baiklah, akan aku usahakan ".
" bagaimna jika terjadi sesuatu, jika terjadi masalah besar, dan bagaimna jika tak dapat aku selesaikan" kataku dalam hati.
    Dalam keadaan seperti itu aku tak mampu berpikir jernih. Aku sperti ular yang akan di terkam burung elang yang sudah di awasi dari atas langit yang luas.
" ini Id BBMnya " sambil menunjukan pin batang di handphonenya
" laksanakan misimu oke, cari informasi sebanyak mungkin " katanya.
    Sedangkan aku hanya mampu tersenyum. Beberapa hari ini kita memang sering chatting lewat massanger. Tapi terakhir yang aku ingat hanya ini. Waktu dan tanggalnya aku sudah lupa. Kala itu dia PING aku. jawaban yang aku berikan padanya hanya jawaban pendek. Tapi dia membalas jika dia merindukanku. Oh tidak, hal itu tqk boleh terjadi. Bahaya besar jika hal itu benar.
" ada yang lebih merindukanmu di luar sana " pada akhirnya itu jawabanku untuknya.
" siapa ??, knapa aku tak mengetahuinya !! " jawaban yang santai.
" kau memang tidak mengetahui siapa yang merindukanmu sebenarnya, tapi aku tahu, aku tahu siapa orang itu "
" dapatkah kau beritahu aku siapa orang itu "
" maaf, aku tak bisa memeberitahumu sekarang, nanti mungkin kau akan tahu ketika kau sadar untuk siapa sebenarnya hatimu ".
    Aku sudah geram, ingin bicara dan memberitahukanya. Namun untuk hal ini aku biarkan dia untuk merenung lalu bertindak, Aku juga akan membiarkan mereka mengetahui satu sama lain tentang perasaan mereka. Biarakan semuanya mengalir seperti air sungai. Jika ada yang perlu dibantu aku siap turun tangan.
    Dalam sebuah cerita pasti akan ada masalah yang mengikuti di belakangnya. Sebagai pelengkap dari cerita itu sendiri. Maka disini akulah yang menjadi akar masalahnya. Kesalah pahaman yang membuat mereka sadar akan perasaan mereka. Hadir tanpa ada seorangpun yang menyadarinya.
    Kala itu aku sedang jalan - jalan keliling kota bersama widia saudaraku yang baru pulang dari jakarta. Kita hanya berbelanja barang sekedarnya saja untuk persediaan satu bulan ke depan. Merasa lelah kita mampir untuk makan di food court. Tiba - tibq handphoneku berdering, pertanda ada pesan masuk. Aku membukanya dan membaca pesan itu.
dari : dodi
" aku menunggumu di taman segera, secepatnya "
    Pesanya tak aku balas, dan kembali menyimpanya dalam kantongku.
" siapa itu, pasti pesan dari pacarmu kan ??" kata widia.
" tidak bukan siapa - siapa " kataku sambil sedikit tersenyum.
" hmm, tapi aku tak percaya "
" itu hanya pesan dari seorang teman, sepertinya aku akan terlambat pulang ke rumah nanti, apa kamu bisa pulang sendiri ?"
" tentu saja, aku tau kota ini, tenanglah, aku tak akan tersesat"
" baiklah kalau begitu aku tak begitu khawatir meninggalkanmu, bye aku pergi duluan oke" sambil mencubit pipi widia yang semakin chubby.
" hey, kalau mau pergi ya pergi saja, jangan sambil cubit pipi orang seenaknya dong, sakit tau "
" sorry, lucu sih, habis kamu gemukan, hahaha"
" sudahlah sana pergi "
   Aku segera melajukan mobil honda brioku ke jalanan beraspal menuju taman kota.
Disana dia sudah menunggu, tanpa pikir panjang aku segera menghampirinya.
" ada perlu apa kau mengajakku kemari, bertemu di taman sepi seperti ini" kataku.
" duduklah dulu, ada yang ingin aku bicarakan padamu".
" apa cepat katakan aku masih punya banyak urusan di rumah, kamu tau itu bukan !!"
" aku mencntaimu"
    Aku kaget, aku hanya bisa terdiam, membisu, mendengar perkataan yang terlontar dari mulutnya untukku. Tapi aku harus bertindak sekarang. Aku tak ingin semuanya menjadi salah.
" maaf dodi, aku tak bisa menerimamu, aku tak ingin seseorang merasa sakit karna ulahku, dan aku tak ingin pertemann kita hancur, kita tidak ditakdirkan untuk bersama. aku tak memiliki cinta untukmu, aku hanya menganggapmu sebagai teman, tak lebih "
kataku mencoba menjelaskan.
   Dia mendekat dan langsung memelukku.
" aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu, tolonglah pahami perasaanku "
    Aku melepaskan pelukannya, tapinia terus memelukku semakin kencang.
" kamu yang seharusnya mengerti perasaanmu sendiri, karna aku mengerti itu. Kamu harus tau bahwa ada seorang yang lebih mencintaimu disana, lebih menyayangimu, daripada aku , kau hanya salah menafsirkan cintamu ".
    Dia melepaskan pelukanya.Namun kembali memelukku.
" terima kasih sudah menyadarkanku "
" sekarang lepaskan pelukkanmu "
" biarkan aku disini selama beberapa menit, mungkin aku akan merindukanmu "
   Tak lama, saat aku masih berada dalam pelukan dodi luna datang menghampiri kami berdua, dan menarik bahuku dengan keras sambpai badanku berbalik mengahadapnya, sesaat kemudian tamparan berhasil mendarat di pipiku.
" pengkhianat, ini yang kau sebut dengan teman, menikung dari belakang, seperti inikah pertemanan yang sesungguhnya "
" dengarkan aku dulu, ini hanya salah paham, aku mohon dengarkan penjelasanku luna, ini hanya kesalah pahaman "
" aku melihat semuanya, kalian berdua berpelukan, dan tak perlu lagi kau jelaskan sandra,kau hanya seorang pengkhianat"
    Ketika dia akan menamparku kembali tangan dodi berhasil menangkisnya.
" kau tak perlu bertindak kasar seperti ini, nyatanya yang salah bukan dia, tapi aku"
" kalian berdua sama saja, aku benci kalian " hendak menangis.
" dengarkan penjelasanku sekarang, aku memang mencintainya, tapi aku sadar sekarang siapa yang aku cintai sebenarnya "
" siapa cepat katakan " kata luna menggubjawaban dengan tidak sabar.
" kamu, aku mencintaimu luna "
    Luna terpaku, kehabisan kata - kata untuk ia ucapkan.
" aku sadar, selama ini yang selalu adalah kamu bukan orang lain, dan sandra yang telah menyadarkanku "
" terima kasih sandra, telah membantuku " kata dodi padaku.
    Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua bahagia. Saat itu juga luna menghambur ke dalam pelukan dodi. Aku berdeham, karna yang berada disitu bukan cuma mereka berdua.
" asik, bakal dapet makanan gratis nih " kataku mencairkan suasana.
     Kami bertiga tertawa bersama.
" oke, gua yang traktir ". kata dodi..
    Pada akhirnya kisah ini berakhir bahagia, dan pertemankan kami bertiga masih bejalan dengan baik. Sampai aku mendapatkan seorang pebdamping yang selalu menemaniku. Kami berempat kembali menjalankan rutinitas kamis seperti biasa.



TAMAT.