Senin, 14 Maret 2016

Kisah kita


        Kisah ini berasal dari temanku sendiri. Tak perlu aku sebutkan siapa dia. Mungkin dia juga tak ingin jika namanya aku sebutkan. kisah yang berawal dari sosial media. Berubah pada kehidupan nyata yang sebenarnya. Jaman sekarang udah jarang kisah cinta yang berawal dari tatap kayak judul lagu dari penyanyi yura yunita. Ketika jaman sudah semakin modern kisah cinta akan mengikuti jamannya. 
     Hanya dengan melihat foto profil seseorang melewati sosial media. Orang yang melihat itu akan lansung mengatakan sesuatu tanpa dipikir terlebih dulu. Maka pada suatu sore, salah seorang temanku berkujung ke tempat dimana aku melepas lelah.
" kamu mengenal orang ini ?" sambil menunjukan salah satu gambar di handphonenya.
" hmm, itu dodi kan !!, aku sudah mengenalnya waktu aku masih sekolah dasar " sambil melihat foto yang dia tunjukan.
" katanya dia kenal kamu dari kelas satu sekolah dasar ".
Aku tersentak kaget, dengan apa yang baru saja ku dengar.
" hah, aku pindah sekolah ke sini kelas lima sekolah dasar, dan kelas satu aku di kota kembang. Mungkin dia salah mengingat ". sambil tersenyum.
" ya mungkin dia memang salah ".
      Aneh, udah tau aku itu anak baru di sekolah. Sudahlah lupakan, itu masa lalu. Biarkan berlalu tak perlu diingat lagi. Terkadang masa lalu hanya akan membuatbkita sakit.
" dia semakin tinggi sekarang, coba kau lihat, benar bukan !!" sambil menyodorkan foto dodi yang lainnya..
" iya, semakin tinggi saja dia, aku mungkin akan merasa minder jika dia ada disini sekarang, karena dulu dia tidak setinghi itu, sekarang ? waw !!"
     Itulah pertumbuhan seseorang, tak dapat di duga. seiring berjalanya waktu. seprti halnya cinta yang selalu datang tiba - tiba. Hari berganti hari, kedekatan merekapun ada sebuah perkembangan. Masih melalui massanger. Dodi menyatakn perasaannya pada luna. Membuat luna keheranan dengan tingkah dodi kala itu. Akhirnya ia putuskan untuk menceritakan yang sebenarnya.
" apa kau tidak mengenaliku di ?, aku luna temanmu, coba kau perhatikan dengan baik foto itu " kata luna, mencoba meyakinkan.
" ah iya, ini kamu lun, aku jadi malu "
    Meskipun begitu, tak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menjadi semakin dekat. Adanya kedekatan mereka, membuat salah satunya merasa nyaman. Apa mungkin ada cinta diantara mereka. Itu bisa saja terjadi. sepertinya memang ada cinta diantara mereka. Hanya saja malu untuk saling mengungkapkan satu sama lain. Terlihat dari cara luna menceritakan kisahnya padaku. Terdapat rasa bahagia ketika dia bercerita.
    Namun dodi tak pernah merasa peka dengan persaan luna. Hal itu membuat luna semakin geram dan frustasi karnanya. Sampai suatu ketika dia minta tolong padaku untuk mencari tituk terang dari perasaan dodi padanya.
" tolong bantu aku mengetahui bagaimana perasaannya padaku ya, aku mohon " 
" tapi bagaimna caranya, aku takut jika terjadi sesuatu nantinya dan misi ini tak berhasil" kataku ragu - ragu.
" kau hanya mencari info dari dia "
" baiklah, akan aku usahakan ".
" bagaimna jika terjadi sesuatu, jika terjadi masalah besar, dan bagaimna jika tak dapat aku selesaikan" kataku dalam hati.
    Dalam keadaan seperti itu aku tak mampu berpikir jernih. Aku sperti ular yang akan di terkam burung elang yang sudah di awasi dari atas langit yang luas.
" ini Id BBMnya " sambil menunjukan pin batang di handphonenya
" laksanakan misimu oke, cari informasi sebanyak mungkin " katanya.
    Sedangkan aku hanya mampu tersenyum. Beberapa hari ini kita memang sering chatting lewat massanger. Tapi terakhir yang aku ingat hanya ini. Waktu dan tanggalnya aku sudah lupa. Kala itu dia PING aku. jawaban yang aku berikan padanya hanya jawaban pendek. Tapi dia membalas jika dia merindukanku. Oh tidak, hal itu tqk boleh terjadi. Bahaya besar jika hal itu benar.
" ada yang lebih merindukanmu di luar sana " pada akhirnya itu jawabanku untuknya.
" siapa ??, knapa aku tak mengetahuinya !! " jawaban yang santai.
" kau memang tidak mengetahui siapa yang merindukanmu sebenarnya, tapi aku tahu, aku tahu siapa orang itu "
" dapatkah kau beritahu aku siapa orang itu "
" maaf, aku tak bisa memeberitahumu sekarang, nanti mungkin kau akan tahu ketika kau sadar untuk siapa sebenarnya hatimu ".
    Aku sudah geram, ingin bicara dan memberitahukanya. Namun untuk hal ini aku biarkan dia untuk merenung lalu bertindak, Aku juga akan membiarkan mereka mengetahui satu sama lain tentang perasaan mereka. Biarakan semuanya mengalir seperti air sungai. Jika ada yang perlu dibantu aku siap turun tangan.
    Dalam sebuah cerita pasti akan ada masalah yang mengikuti di belakangnya. Sebagai pelengkap dari cerita itu sendiri. Maka disini akulah yang menjadi akar masalahnya. Kesalah pahaman yang membuat mereka sadar akan perasaan mereka. Hadir tanpa ada seorangpun yang menyadarinya.
    Kala itu aku sedang jalan - jalan keliling kota bersama widia saudaraku yang baru pulang dari jakarta. Kita hanya berbelanja barang sekedarnya saja untuk persediaan satu bulan ke depan. Merasa lelah kita mampir untuk makan di food court. Tiba - tibq handphoneku berdering, pertanda ada pesan masuk. Aku membukanya dan membaca pesan itu.
dari : dodi
" aku menunggumu di taman segera, secepatnya "
    Pesanya tak aku balas, dan kembali menyimpanya dalam kantongku.
" siapa itu, pasti pesan dari pacarmu kan ??" kata widia.
" tidak bukan siapa - siapa " kataku sambil sedikit tersenyum.
" hmm, tapi aku tak percaya "
" itu hanya pesan dari seorang teman, sepertinya aku akan terlambat pulang ke rumah nanti, apa kamu bisa pulang sendiri ?"
" tentu saja, aku tau kota ini, tenanglah, aku tak akan tersesat"
" baiklah kalau begitu aku tak begitu khawatir meninggalkanmu, bye aku pergi duluan oke" sambil mencubit pipi widia yang semakin chubby.
" hey, kalau mau pergi ya pergi saja, jangan sambil cubit pipi orang seenaknya dong, sakit tau "
" sorry, lucu sih, habis kamu gemukan, hahaha"
" sudahlah sana pergi "
   Aku segera melajukan mobil honda brioku ke jalanan beraspal menuju taman kota.
Disana dia sudah menunggu, tanpa pikir panjang aku segera menghampirinya.
" ada perlu apa kau mengajakku kemari, bertemu di taman sepi seperti ini" kataku.
" duduklah dulu, ada yang ingin aku bicarakan padamu".
" apa cepat katakan aku masih punya banyak urusan di rumah, kamu tau itu bukan !!"
" aku mencntaimu"
    Aku kaget, aku hanya bisa terdiam, membisu, mendengar perkataan yang terlontar dari mulutnya untukku. Tapi aku harus bertindak sekarang. Aku tak ingin semuanya menjadi salah.
" maaf dodi, aku tak bisa menerimamu, aku tak ingin seseorang merasa sakit karna ulahku, dan aku tak ingin pertemann kita hancur, kita tidak ditakdirkan untuk bersama. aku tak memiliki cinta untukmu, aku hanya menganggapmu sebagai teman, tak lebih "
kataku mencoba menjelaskan.
   Dia mendekat dan langsung memelukku.
" aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu, tolonglah pahami perasaanku "
    Aku melepaskan pelukannya, tapinia terus memelukku semakin kencang.
" kamu yang seharusnya mengerti perasaanmu sendiri, karna aku mengerti itu. Kamu harus tau bahwa ada seorang yang lebih mencintaimu disana, lebih menyayangimu, daripada aku , kau hanya salah menafsirkan cintamu ".
    Dia melepaskan pelukanya.Namun kembali memelukku.
" terima kasih sudah menyadarkanku "
" sekarang lepaskan pelukkanmu "
" biarkan aku disini selama beberapa menit, mungkin aku akan merindukanmu "
   Tak lama, saat aku masih berada dalam pelukan dodi luna datang menghampiri kami berdua, dan menarik bahuku dengan keras sambpai badanku berbalik mengahadapnya, sesaat kemudian tamparan berhasil mendarat di pipiku.
" pengkhianat, ini yang kau sebut dengan teman, menikung dari belakang, seperti inikah pertemanan yang sesungguhnya "
" dengarkan aku dulu, ini hanya salah paham, aku mohon dengarkan penjelasanku luna, ini hanya kesalah pahaman "
" aku melihat semuanya, kalian berdua berpelukan, dan tak perlu lagi kau jelaskan sandra,kau hanya seorang pengkhianat"
    Ketika dia akan menamparku kembali tangan dodi berhasil menangkisnya.
" kau tak perlu bertindak kasar seperti ini, nyatanya yang salah bukan dia, tapi aku"
" kalian berdua sama saja, aku benci kalian " hendak menangis.
" dengarkan penjelasanku sekarang, aku memang mencintainya, tapi aku sadar sekarang siapa yang aku cintai sebenarnya "
" siapa cepat katakan " kata luna menggubjawaban dengan tidak sabar.
" kamu, aku mencintaimu luna "
    Luna terpaku, kehabisan kata - kata untuk ia ucapkan.
" aku sadar, selama ini yang selalu adalah kamu bukan orang lain, dan sandra yang telah menyadarkanku "
" terima kasih sandra, telah membantuku " kata dodi padaku.
    Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua bahagia. Saat itu juga luna menghambur ke dalam pelukan dodi. Aku berdeham, karna yang berada disitu bukan cuma mereka berdua.
" asik, bakal dapet makanan gratis nih " kataku mencairkan suasana.
     Kami bertiga tertawa bersama.
" oke, gua yang traktir ". kata dodi..
    Pada akhirnya kisah ini berakhir bahagia, dan pertemankan kami bertiga masih bejalan dengan baik. Sampai aku mendapatkan seorang pebdamping yang selalu menemaniku. Kami berempat kembali menjalankan rutinitas kamis seperti biasa.



TAMAT. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar